BAB 8: FONDASI KEUANGAN
Alasan saya menceritakan di BAB 7 dengan cerita tentang orang orang terkaya di Amerika adalah untuk menunjukkan kelemahan pada keyakinan bahwa uang akan memecahkan semua masalah. itulah sebabnya saya merasa ngeri saat mendengar orang menanyakan cara menjadi kaya dengan lebih cepat,atau di mana mereka harus mulai. Saya sering mendengar, "Saya punya utang,jadi saya harus menghasilkan lebih banyak uang"
Namun,uang dalam jumlah lebih banyak kerap kali tidak memecahkan masalah. Pada kenyataannya,hal itu mungkin malah menggandakan masalah. Uang kerap memperjelas kelemahan manusiawi kita yang tragis,menyoroti apa yang tidak kita ketahui. Itulah sebabnya,terlalu sering terjadi seseorang yang tiba-tiba kejatuhan rezeki nomplok misalnya warisan,kenaikan gaji,atau menang lotre segera kembalike kesulitan keuangan yang sama,bahkan terkadang lebih parah dari sebelumnya. Uang hanya mengasakan pola arus kas yang mengalir kepada Anda. Kalau pola Anda adalah menghabiskan semua yang Anda peroleh,kemungkinan besar bertambah uang hanya akan berbuntut pada bertambahnya pengeluaran. Karena itu,ada perumpamaan,"Orang bodoh dan uangnya adalah pesta besar".
Namun,uang dalam jumlah lebih banyak kerap kali tidak memecahkan masalah. Pada kenyataannya,hal itu mungkin malah menggandakan masalah. Uang kerap memperjelas kelemahan manusiawi kita yang tragis,menyoroti apa yang tidak kita ketahui. Itulah sebabnya,terlalu sering terjadi seseorang yang tiba-tiba kejatuhan rezeki nomplok misalnya warisan,kenaikan gaji,atau menang lotre segera kembalike kesulitan keuangan yang sama,bahkan terkadang lebih parah dari sebelumnya. Uang hanya mengasakan pola arus kas yang mengalir kepada Anda. Kalau pola Anda adalah menghabiskan semua yang Anda peroleh,kemungkinan besar bertambah uang hanya akan berbuntut pada bertambahnya pengeluaran. Karena itu,ada perumpamaan,"Orang bodoh dan uangnya adalah pesta besar".
Saya sudah mengatakan berulang kali bahwa kita bersekolah untuk memperoleh keterampilan akademis dan keterampilan profesional,yang memiliki arti penting. Kita belajar menghasilkan uang dengan keterampilan Profesional. Pada saat 2011 saat saya masih SMP,kalau seseorang memiliki prestasi akedemis di sekolah,orang langsung menduga murid yang cemerlang ini akan melanjutkan pendidikan di IPA dan menjadi dokter atau semacamnya karna itu profesi yang menjanjikan imbalan keuangan terbesar.
Saat ini dokter menghadapi tantangan keuangan yang tidak saya harapkan,bahkan pada saingan Sehat saya: Perusahaan asuransi yang menguasai bisnis kesehatan,jaminan kesehatan,intervensi pemerintah,dan gugatan malapraktik. Sekarang,anak-anak ingin menjadi atlet,bintang film,bintang Rock,ratu kecantikan,atau CEO kerena dalam profesi itu ada ketenaran,uang,dan prestise. Itulah sebabnya,sangat sulit memotivasi anak-anak bersekolah. Mereka tau kesuksesan profesional tak lagi bergantung pada keberhasilan akademis seperti zaman dulu terjadi.
Tapi,karena murid-murid meninggalkan sekolah tanpa keterampilan keuangan,jutaan orang terdidik sukses dalam mengejar profesi,tapi kemudian mendapati diri harus berjuang dalam hal keuangan. Mereka bekerja lebih keras tapi tidak bisa maju. Yang hilang dari pendidikan mereka bukan cara menghasilkan uang,tapi cara mengelola uang. Itu disebut kecerdasan keuangan.
apa yang Anda lakukan dengan uang setelah mendapatkannya,bagaimana mencegah orang lain mengambilnya dari Anda,bagaimana menyimpannya lebih lama,dan bagaimana membuat uang bekerja keras untuk Anda. Kebanyakan orang tidak mengerti bahwa mereka harus berjuang dalam hal keungan karena tidak memahami arus kas, Seseorang bisa berpendidikan tinggi,sukses secara profesional,tapi buta secara keuangan. Mereka sering kali bekerja lebih keras daripada yang mereka perlukan karena mereka belajar bagaimana bekerja keras,tapi tidak belajar bagaimana membuat uang bekerja untuk mereka.
apa yang Anda lakukan dengan uang setelah mendapatkannya,bagaimana mencegah orang lain mengambilnya dari Anda,bagaimana menyimpannya lebih lama,dan bagaimana membuat uang bekerja keras untuk Anda. Kebanyakan orang tidak mengerti bahwa mereka harus berjuang dalam hal keungan karena tidak memahami arus kas, Seseorang bisa berpendidikan tinggi,sukses secara profesional,tapi buta secara keuangan. Mereka sering kali bekerja lebih keras daripada yang mereka perlukan karena mereka belajar bagaimana bekerja keras,tapi tidak belajar bagaimana membuat uang bekerja untuk mereka.
Comments
Post a Comment