BAB 10: KEKUATAN
"Jepang sangat waspada dengan tiga kekuatan : Kekuatan pedang,permata dan cermin."
Orang miskin dan kelas menengah terlalu sering membiarkan kekuatan uang mengendalikan mereka. Dengan semata bangun dan bekerja lebih keras,tanpa bertanya pada diri sendiri apakah yang mereka lakukan masuk akal,mereka seperti menembak diri sendiri ketika berangkat bekerja setiap pagi. Dengan tidak sepenuhnya memahami uang,kebanyakan orang membiarkan kekuatan yang menyilaukan itu menguasai mereka.
Pedang melambangkan kekuatan senjata. Amerika telah menghabiskan terliunan dolar untuk senjata dan karena itu,merupakan kekuatan militer yang besar di dunia.
Permata melambangkan kekuatan uang. Ada sejumlah kebenaran dalam perkataan, "Ingatlah aturan emas. Siapa yang memiliki emas adalah yang membuat aturan."
Cermin melambangkan kekuatan pengetahuan diri. Pengetahuan ini,menurut lagenda orang Jepang,adalah harta paling berharga dari ketiganya.
Orang miskin dan kelas menengah terlalu sering membiarkan kekuatan uang mengendalikan mereka. Dengan semata bangun dan bekerja lebih keras,tanpa bertanya pada diri sendiri apakah yang mereka lakukan masuk akal,mereka seperti menembak diri sendiri ketika berangkat bekerja setiap pagi. Dengan tidak sepenuhnya memahami uang,kebanyakan orang membiarkan kekuatan yang menyilaukan itu menguasai mereka.
Kalau menggunakan kekuatan cermin,mereka akan bertanya pada diri sendiri "apakah ini masuk akal?" Terlalu sering terjadi,alih-alih memercayai kebijaksanaan batin mereka,sosok genius dalam diri mereka,kebanyakan oranghanya mengikuti arus. Mereka melakukan sesuatu karena semua orang melakukannya. Mereka menyesuaikan diri mereka,bukannya mempertanyakan. Seringkali tanpa pikir panjang mereka mengulangi apa yang telah dikatakan kepada mereka : "Berdiversifikasilah." "Rumahmu adalah aset". "Rumahmu adalah investasi terbesar mu". "kau mendapat keringanan pajak dengan berutang lebih besar". "carilah pekerjaan yang memberikan jaminan". "jangan melakukan kesalahan". "jangan ambil resiko".
Konon,bagi kebanyakan orang,rasa takut berbicara di depan umum adalah rasa takut yang lebih besar dari pada kematian. Menurut psikiatris,ketakutan berbicara di depan umum timbul karena rasa takut disaingkan oleh masyarakat,takut menonjol,takut dikritik,takut ditertawakan,dan takut menjadi di kucilkan. Takut menjadi berbeda menghalangi banyak orang melihat cara-cara baru untuk memecahkan masalah mereka.
Takut adalah alasan utama orang berkata," Bermain amanlah." itu berlaku dalam segala hal,entah olahraga,hubungan suami-istri,karier,atau uang.
Comments
Post a Comment